SISTEM CERDAS

    Sistem cerdas (intelligence system) merupakan bagian dari bidang Ilmu Komputer/Informatika 

dan Rekayasa Cerdas untuk pengembangan berbagai metode berkemampuan tinggi yang 

diilhami oleh fenomena alam untuk menyelesaikan berbagai masalah kompleks di dunia 

nyata. Sistem cerdas ini dibangun dengan menerapkan teknik-teknik kecerdasan buatan 

(artificial intelligence). Lalu, apa itu kecerdasan buatan? Dikutip dari Encyclopedia Britannica,

 kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi 

pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan 

memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan. 

    Dengan semakin berkembangnya zaman, kehidupan kita seakan tak bisa lepas lagi dari 

genggaman teknologi. Begitu banyak teknologi yang telah membantu pekerjaan kita sehari-

hari. Mulai dari pekerjaan kecil hingga menjaga keamanan suatu negara pun dibantu oleh 

teknologi. Lalu, bagaimana tren perkembangan sistem cerdas yang ada di kehidupan 

masyarakat saat ini? Berikut ini beberapa tren sistem cerdas yang sedang dikembangkan 

oleh manusia di antaranya:

 

NIM     : 1301194181

Nama   : Berliana Shafa Wardani

Kelas    : IF-42-GAB02

How China Is Using Artificial Intelligence in Classroom

    China merupakan salah satu negara yang memiliki misi besar untuk menjadi negara pemimpin 

AI di dunia. Hal ini telah diterapkan di beberapa bidang seperti ekonomi, keamanan, dan 

Pendidikan. Di bidang ekonomi telah diterapkan pembayaran dengan sistem cashless 

(tanpa uang tunai), dimana orang-orang membeli sesuatu dan membayarnya dengan face 

recognition. Sebuah jaringan pengawasan raksasa dengan face recognition membantu para 

polisi untuk mengawasi rakyatnya melalui monitor.

    China memiliki teknologi yang luar biasa di bidang Pendidikan. Seorang guru SD di China 

sangat mengerti Ketika muridnya sedang memperhatikannya atau tidak. Setiap murid di kelasnya 

menggunakan headband yang dapat mengukur tingkat konsentrasi setiap murid yang nantinya 

akan dikirim langsung ke komputer guru dan orang tuanya. Selain itu di setiap kelasnya terdapat 

sebuah robot yang dapat mendeteksi Kesehatan setiap muridnya. Layaknya anak sekolah, para 

murid menggunakan seragam, tetapi di China, setiap seragam yang mereka kenakan dipasang 

chip untuk mengetahui lokasi keberadaan mereka. Bahkan di setiap kelas terdapat kamera

 pengawas yang berguna untuk melihat seberapa sering para murid mengecek handphone mereka 

atau seberapa sering mereka menguap.

    Sungguh tempat yang menakutkan bukan ? seluruh kegiatan kita diawasi oleh mesin buatan 

yang sangat pintar. Tetapi sekolah mengatakan, itu bukanlah hal yang sulit bagi mereka untuk 

mendapatakan persetujuan orang tua murid untuk mendaftarkan anaknya ke salah satu tempat 

eksperimen AI education terbesar, yaitu sekolah. Sebuah program ada memiliki algoritma yang 

kuat. Pemerintah telah mengeluarkan berjuta-juta dolar di projek ini.

    Wall Street Jurnal  mendatangi sebuah SD di China untuk melihat secara langsung bagaimana 

AI digunakan di kelas. Untuk kelas 5 SD, mereka mengawali kelas dengan memakai sebuah  

brain wave sensing gadget dan kemudian mereka melakukan meditasi.

 

    Perangkat ini dibuat di China dan memiliki tiga elektroda, dua di belakang telinga dan satu 

di dahi. Sensor ini mengambil sinyal elektrik yang dikirim neuron dari otak . kemudian data  

neural dikirim langsung ke komputer guru. Jadi Ketika seorang murid sedang menyelesaikan 

sebuah soal matematika, guru dapat mengetahui murid mana yang sedang mengerjakan dengan 

baik dan yang mana yang tidak. Lalu munculah laporan detail yang menunjukan seberapa baik 

setiap murid di kelas memperhatikan pelajaran.

    Theodore Zanto, seorang neural scientist di sebuah universitas California, San Fransisco. Beliau

sangat kagum untuk mempelajari teknologi ini, yang disebut dengan electroencephalography 

(EEG) yang digunakan murid di kelas. Biasanya teknologi  ini digunakan oleh dokter di sebuah 

rumah sakit dan laboratorium. EEG sangat peka terhadap artefak, jadi ketika kamu merasa gelisah, 

sedikit resah, atau EEG tidak terpasang dengan benar, jadi itu dimana elektroda-elektroda yang ada 

tidak memiliki kontak yang baik dan dapat mempengaruhi sinyal.

    Penemuan headbands yang dapat mendeteksi tingkat konsentrasi seseorang ini menyebabkan 

adanya hal-hal positif, seperti halnya setiap murid menjadi lebih disiplin dan atraktif mengikuti 

pelajaran di kelas. Mereka bersaing dengan sehat untuk mendapatkan nilai yang terbaik di kelas. 

Sudah terbukti di China alat ini membantu 200 juta murid untuk menaikkan peringkatnya. 

Para ahli dan warga China sama-sama menggentarkan tentang berbagai aspek negara yang 

mendorong masuknya AI secara besar-besaran, salah satunya di bidang edukasi, kelas di China 

bagaikan sebuah laboratorium untuk generasi masa depan.

Link Youtube :

https://www.youtube.com/watch?v=JMLsHI8aV0g

 


Tren Pengembangan Sistem Senjata Cerdas

Oleh: Wahyu Hauzan Rafi/1301191313/IF-42-GAB-01


    Seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh berbagai lompatan teknologi, sistem 

persenjataan militer di dunia juga sudah banyak berubah dari sistem konvensional menjadi 

sistem senjata cerdas. Trend kebutuhan pasar terhadap kebutuhan sistem senjata cerdas juga 

memperlihatkan indikator angka yang terus meningkat.

    Peningkatan kebutuhan ini diproyeksikan akan tumbuh pada CAGR 7,2% selama periode 

perkiraan 2019-2027. Merujuk pada data yang disampaikan oleh Global Smart Weapons – Market 

and Technology Forecast, hingga tahun 2027 ada beberapa jenis senjata cerdas yang akan terus 

dikembangkan.

    Berikut kami sajikan sebuah video yang  bisa memberikan gambaran lebih akan tren sistem 

senjata cerdas di dunia.

https://www.youtube.com/watch?v=gsSB6sFPLDk&feature=youtu.be

    Jika kita lihat dari video di atas terdapat 10 jenis teknologi militer yang sedang trend saat ini. 

Pertama adalah PD-100 Black Hornet yang merupakan drone (pesawat tanpa awak) terkecil di 

dunia. Ukuran yang kecil dan dibekali dengan teknologi yang mumpuni menjadikannya alat 

pengintai terbaik saat ini. Drone ini telah digunakan oleh tentara Inggris ketika melakukan operasi 

di Afghanistan. 

PD-100 Black Hornet

    Lalu keunggulan apa yang membuat military drone ini menjadi alat pengintai yang nyaris 

sempurna? Alasan pertama adalah karena kita tidak perlu melakukan bongkar pasang terhadap  

drone ini. Hanya perlu beberapa detik untuk menyiapkan alat ini untuk dapat beroperasi. Alasan 

kedua adalah karena alat ini sangat mudah dipelajari. Hanya dengan 20 menit mencoba kita pasti 

akan terbiasa dalam mengendalikannya.

    Teknologi yang kedua adalah Guardbot. Alat ini adalah alat pengintaian yang sanggup 

beroperasi di berbagai medan seperti tanah, bebatuan, salju, rerumputan, bahkan di permukaan air. 

Alat ini digunakan untuk melakukan patroli wilayah, mendeteksi bom dan bahan kimia yang 

berbahaya. Kamera yang terpasang di dalamnya memiliki jarak pandang hingga 360 derajat dan 

dapat ditransmisikan secara real time melalui jaringan data yang diamankan. Selain dua teknologi 

di atas, ada juga Irobot Packbot 510, Themis UGV, Dogo, Tikad, dan Sea wasp yang kiranya 

pembaca dapat melihatnya sendiri di tautan yang telah kami sediakan.

Guardbot

Hal-hal di atas hanya beberapa contoh yang sedang dikembangkan secara masif di banyak industri 

senjata dunia saat ini. Tentu kenyataannya bukan hanya itu, karena dalam konteks militer tidak 

semua rancangan konsep desain pengembangan senjata bisa dipublikasikan kepada masyarakat 

luas. Apalagi ketika berbicara konteks strategi pertahanan, maka tidak semua informasi bisa bisa 

diakses oleh setiap orang. Termasuk penggunaan senjata penunjang dan teknologi yang 

menyertainya.

 


 

NIM : 1301194034

Nama : Muhammad Ghifari Adrian

Kelas : IF GAB 01

Kecerdasan Buatan Pada Asisten Pribadi di SIRI

 

    Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah cabang ilmu komputer yang 

menekankan pengembangan intelijen mesin, pola berpikir dan bekerja seperti manusia. 

Misalnya, pengenalan suara, pemecahan masalah, pembelajaran, dan perencanaan.

    Dengan kemajuan teknologi, kita sudah terhubung dengan AI dalam satu atau lain cara 

— apakah itu Siri, Watson atau Alexa. Ya, teknologi ini sedang dalam tahap awal dan 

semakin banyak perusahaan yang menginvestasikan sumber daya dalam penelitian mesin, 

menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam produk dan penerapan teknologi kecerdasan 

buatan dalam waktu dekat. Tidak seperti persepsi umum, contoh penerapan Artificial 

Intelligence (AI) tidak terbatas hanya pada industri IT atau teknologi; sebaliknya, banyak 

digunakan di bidang lain seperti medis, bisnis, pendidikan, hukum, dan manufaktur.

    Kali ini saya akan membahas satu dari banyak asisten pribadi smartphone, yaitu SIRI. 

Siri adalah salah satu asisten pribadi virtual paling populer yang ditawarkan oleh Apple di 

iPhone dan iPad. Asisten yang diaktifkan sebagai suara perempuan ramah berinteraksi 

dengan pengguna dalam rutinitas sehari-hari. Dia membantu Anda menemukan informasi,

mendapatkan petunjuk arah, mengirim pesan, melakukan panggilan suara, membuka 

aplikasi, dan menambahkan acara ke kalender. Siri menggunakan teknologi pembelajaran 

mesin untuk mendapatkan pertanyaan dan permintaan bahasa alami yang lebih cerdas dan 

mampu memahami. Ini pasti salah satu contoh paling ikon dari kemampuan belajar pada 

mesin smartphone.

 

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan sangat mempengaruhi hidup kita dan sangat 

meningkatkan pengalaman pengguna dalam pengoprasian smartpohne.

 Link Youtube :

https://www.youtube.com/watch?v=KzSxYn66BVI

 

NIM : 1301194203

Nama : Mohammad Mirza Qusyairi

Kelas : IF 42 GAB 01

 

Hyundai dan KIA Kembangkan Teknologi Cerdas untuk Kendaraan Terbaru

 

    Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation, telah mengembangkan sistem transmisi 

baru cerdas yang disebut sebagai Sistem Pergeseran Terhubung Teknologi Informasi dan 

Komunikasi (TIK) untuk diterapkan pada kendaraan terbarunya mendatang.

Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan secara otomatis berpindah ke gigi opsional setelah 

mengidentifikarsebut si jalan dan kondisi lalu lintas di depannya.

    Dilansir Antara, Hyundai dan Kia berencana untuk menerapkan teknologi pada kendaraan masa depan. 

Selama pengembangan sistem, perusahaan mengajukan sekitar 40 paten utama di Korea Selatan dan luar 

negeri. Sementara teknologi yang digunakan untuk berpindah secara otomatis tergantung pada preferensi 

pengemudi, seperti Mode Smart Drive--tersedia pada model Hyundai dan Kia terkini.

     ICT Connected Shift System adalah ICT pertama yang secara otomatis menggeser persneling sesuai 

dengan kondisi jalan dan lalu lintas. ICT Connected Shift System menggunakan perangkat lunak cerdas 

di Unit Kontrol Transmisi (TCU) yang mengumpulkan dan menginterpretasikan input waktu nyata dari 

teknologi yang mendasarinya, termasuk navigasi 3D yang dilengkapi dengan peta jalan yang akurat serta 

kamera dan radar untuk kontrol jelajah pintar.

     Input navigasi 3D mencakup ketinggian, kemiringan, kelengkungan dan berbagai kondisi jalan serta 

situasi lalu lintas. Radar mendeteksi kecepatan dan jarak antara kendaraan dan lainnya, dan kamera yang 

melihat ke depan menyediakan informasi jalur.

     Dengan menggunakan semua input ini, TCU memprediksi skenario pergeseran optimal untuk situasi 

mengemudi real-time melalui algoritma kecerdasan buatan dan menggeser persneling yang sesuai.

     Misalnya, ketika terjadi kemacetan lalu lintas dan radar mendeteksi tidak ada penyimpangan 

kecepatan dengan mobil di depan, kopling transmisi sementara beralih ke mode netral untuk 

meningkatkan efisiensi bahan bakar.

     Sistem ini diklaim Hyundai mampu mengurangi frekuensi pengereman sehingga meminimalkan 

kelelahan pengemudi dan keausan rem.

     Ketika akselerasi cepat diperlukan untuk memasuki jalan raya, mode mengemudi secara otomatis 

beralih ke Mode Sport sehingga lebih mudah untuk bergabung dan menyesuaikan dengan arus lalu lintas.

      Setelah menyatu dengan lalu lintas, kendaraan secara otomatis kembali ke mode mengemudi semula,

memungkinkan berkendara yang aman dan efisien.

     Perubahan jarak dari mobil depan terdeteksi oleh radar depan untuk menyesuaikan gigi transmisi 

yang tepat secara otomatis, yang meningkatkan kualitas berkendara.

     Sistem ini juga sejalan dengan teknologi otonom, yang berkembang dari hari ke hari. Sistem 

Pergeseran Terhubung TIK akan menghasilkan peningkatan efisiensi bahan bakar dan pengalaman 

berkendara yang stabil di era kendaraan otonom dengan memberikan peningkatan kinerja dalam 

menanggapi kondisi jalan dan lalu lintas waktu-nyata.

     Hyundai dan Kia berencana untuk mengembangkan lebih lanjut Sistem Pergeseran Terhubung TIK 

menjadi teknologi transmisi yang bahkan lebih cerdas yang dapat berkomunikasi dengan sinyal lalu 

lintas berdasarkan komunikasi LTE atau 5G dan mengidentifikasi kecenderungan pengemudi, yang 

menghasilkan penyempurnaan lebih lanjut dari kontrol perpindahan gigi.

     "Kendaraan berkembang di luar perangkat mobilitas sederhana menjadi solusi mobilitas pintar," kata 

Byeong Wook Jeon, Kepala Intelligent Drivetrain Control Research Lab di Hyundai, dalam pernyataan 

resmi Hyundai

  

 Link Youtube :

https://www.youtube.com/watch?v=To9mQPiheZk

 

 

 

Komentar